top of page

JJW, Event Berbagi Kesamaan dan Keistimewaan Budaya Jogja dan Jepang


Untuk ketiga kalinya, event internasional dua tahunan yang diberi nama Jogja Japan Week (JJW) digelar. Setelah pernah digelar pada tahun 2010 dan 2012, event yang mengangkat tema “Berbagi Kesamaan dan Keistimewaan” antara kota budaya Yogyakarta-Indonesia dan Kyoto-Jepang ini pun kembali dilaksanakan di Graha Saba Pramana, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, pada 3—9 September 2015. Senada dengan JJW tahun-tahun sebelumnya, JJW tahun ini kembali menggunakan unsur Shikimatsuri atau Festival Empat Musim yang direpresentasikan melalui dekorasi yang dibangun di dalam venue. Selain dekorasi, agar “atmosfer Jepang” pada event itu lebih terasa, disediakan pula tempat penyewaan kimono yang bisa digunakan sebagai ajang narsis para pengunjung yang kebanyakan berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa. Hari Sabtu, 5 September 2015, menjadi hari yang istimewa tatkala tim Seputar Event berkesempatan untuk mengunjungi JJW. Mengapa? Karena hari itu hadir bintang tamu idol group langsung dari Jepang, Love Android dan Faint Star serta Hiroaki Kato seorang musisi asal Jepang yang memiliki rasa cinta yang besar akan budaya dan bahasa indonesia. Dalam penampilannya di panggung JJW 2015 yang disaksikan oleh ratusan orang, Hiro—begitu ia akrab disapa, menyanyikan beberapa lagu di antaranya lagu Sepatu milik Tulus yang liriknya dikolaborasikan dengan bahasa jepang. Ia juga menyanyikan tembang Ruang Rindu dari Letto dan tak lupa menyanyikan tembang andalannya berjudul Arigato yang berasal dari mini album miliknya: Terima kasih.

Saat ditemui di belakang panggung, Hiro mengatakan bahwa Yogyakarta merupakan tempat yang menurutnya sudah seperti kampung halamannya sendiri. Di kota inilah ia pernah tercatat sebagai majasiswa UGM pada tahun 2006. Hiro selalu merasa ingin selalu kembali ke tempat yang memberinya banyak hal berharga. Selain menyuguhkan penampilan musisi asal Jepang, JJW juga menyajikan berbagai agenda yang terlalu sayang untuk dilewatkan, di antaranya pertunjukan Taiko oleh Daisuke Ogawa yang merupakan salah satu pengiring musisi kenamaan Jepang, Kitaro. Selain itu, ada pula pertunjukan Nihon Buyou oleh Ai Hasuda, cosplay oleh Shimotsuki hingga pertunjukan spektakuler oleh seniman dunia, Take Kagura. Selain pertunjukan, pihak penyelenggara juga menyajikan berbagai lomba dan workshop bagi para pengunjung, antara lain origami, batik tulis, taiko, wayang suket workshop Kimono–Yukata, dan lain sebagainya.

33 views0 comments
bottom of page