top of page

Festival Teater Jakarta 2014: BEBAS!

Artikel & Foto: Akbar Keimas Alfareza

Festival Teater Jakarta 2014; BEBAS (1).JPG

Jakarta merupakan salah satu bentuk kota multi cultural yang kokoh sekaligus ringkih dengan keurbanan dan dinamikanya. Bulan Desember selalu menjadi momen yang tepat untuk merunut rekam jejak dan kilas balik serta proses kreatif perteateran di Jakarta, yang salah satunya diakomodasi dalam Festival Teater Jakarta 2014. Sebanyak 18 kelompok teater di Jakarta akan bertarung dalam Festival Teater Jakarta 2014. Mereka adalah kelompok teater yang sudah tersaring dari masing-masing wilayah di Jakarta. Tujuan diadakan FTJ 2014 adalah untuk merangkul komunitas yang terpinggirkan agar mendapatkan akses pengetahuan, informasi, dan pergaulan pada proses kreatif perteateran. Malhamang Zamzam selaku ketua pelaksana FTJ 2014 mengatakan bahwa FTJ yang merupakan perhelatan ke-42 ini berawal dari terselenggaranya Festival Teater Remaja yang dimulai pada 1973. “Untuk tahun ini, kami memberikan tema 'Bebas!!'” ujar Malhamang Zamzam saat konferensi pers di lobi Teater Kecil, Gedung Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, 25 November 2014 dilaksanakan.

Festival Teater Jakarta 2014; BEBAS (6).JPG

Ke-18 kelompok teater itu adalah Sindikat Aktor Jakarta, Teater Lugas, Teater Sneptu, Teater Indonesia, Teater 21 April, Teater Merah Maroon, Teater Galaxy, Teater El Na'ma, Teater Samudera Indonesia, Teater Baru, Teater Fatima, Teater Nonton, Teater Hijau 51, Teater Alamat, Teater Ghanta, Sketsa Act, Komunitas Ranggon Sastra, dan Bumi Kalamtara. Festival teater ini akan berlangsung pada 5-15 Desember mendatang, bertempat di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki dan Teater Luwes Institut Kesenian Jakarta. Malhamang menjelaskan jika pada festival kali ini, pihaknya juga menggandeng Institut Kesenian Jakarta, khususnya Fakultas Seni Pertunjukan Jurusan Teater. Dia berharap pada festival mendatang interaksi para pelaku seni teater dan dunia akademis akan lebih dalam. Iman Ma’arif, Stering Committee FTJ 2014 menyatakan jika pada festival kali ini cukup banyak kelompok yang menggunakan naskah buatan sendiri. “Ada enam kelompok,” tambahnya. Lebih lanjut dijelaskan Madin Tyasawan, yang juga anggota komite Teater Dewan Kesenian Jakarta, saat proses penyisihan kebanyakan peserta membuat naskah sendiri. “Mereka mengolah dengan bahasa pembongkaran, adaptasi, dekonstruksi, dan rekonstruksi. Mereka tak mau menelan begitu saja,” tuturnya. Madin Tyasawan mengatakan dengan membuat naskah sendiri, mereka belajar lebih besar. "Mereka bisa menakar dramaturgi, naskah, dan segala sesuatunya." Festival ini akan dibuka dengan penampilan Teater Stasiun dan ditutup pertunjukan tari dari koreografi Yola Yulfianti. Ada juga workshop teater dan sajian presentasi hasil riset dua kelompok teater berjudul Kota yang Tenggelam.

Festival Teater Jakarta 2014; BEBAS (3).JPG
Festival Teater Jakarta 2014; BEBAS (2).JPG
Festival Teater Jakarta 2014; BEBAS (5).JPG
64 views0 comments
bottom of page